Tips Membuat Landing Page untuk Bisnis Properti

Sebagian orang mungkin masih bingung dengan istilah landing page. Lalu apa sebenarnya landing page itu dan apakah memberikan efek yang cukup besar terhadap suatu bisnis? Beberapa orang berpendapat bahwa landing page merupakan sebuah landasan pertama pengunjung dalam melakukan kunjungan pada suatu halaman website. 

Ketika moment ini berlangsung, maka kamu harus cerdik dalam memanfaatkan karena ketika pelanggan akan mencari penilaian dan kepercayaannya terhadap bisnis kamu. Landing page yang sesuai dan juga menarik, bisa menjadi salah satu alasan pengunjung untuk menjatuhkan pilihannya pada bisnis yang sedang kamu jalankan. 

Hal ini yang perlu dan juga paling penting yang harus kamu perhatikan dalam pembuatan landing page adalah dengan membuat landing page yang spesifik dengan produk yang ditawarkan. Jika hal ini kamu abaikan begitu saja, atau bahkan kamu membuat landing page yang tidak sesuai, maka bersiaplah pengunjung atau pelanggan kamu akan pergi begitu saja. Ini dikarenakan pelanggan merasa tertipu dan langsung menutup halaman kamu, sehingga bounce ratenya menjadi tidak seimbang.

 

Tips membuat landing page untuk bisnis properti

Berikut beberapa tips yang perlu kamu perhatikan dalam membuat landing page untuk bisnis properti.

1. Perhatikan USP (Unique selling point)

Produk yang ditawarkan harus memiliki unique selling point supaya bisa menonjolkan produk lain yang sejenis. Landing page harus mampu mengkomunikasikan hal ini dengan baik secara singkat, padat, dan juga jelas. Melalui slogan atau jargon yang diperkuat dengan copywriting yang baik. Dalam membuat landing untuk bisnis properti, banyak USP yang bisa ditekankan.

Berbagai USP dalam iklan properti bisa berupa fasilitas, fasad, lokasi, atau promo yang diberikan. USP tersebut bisa dikemas dari sudut pandang permasalahan para konsumen. Semisal, jarak dari tempat kerja bisa diselesaikan dengan keberadaan transportasi umum seperti KRL atau LRT, dan lain sebagainya.

2. Pemilihan gambar atau background video

Hal pertama yang bisa efektif menyambut pengguna pada saat mengunjungi landing page kamu adalah gambar atau video. Gunakan gambar dan juga video yang sesuai dengan konteks penjualan maupun brand, serta pesan untuk disampaikan dan dijual. Ada baiknya untuk menghindari stock gambar gratis yang beredar luas karena bisa jadi akan ada pesan yang tidak tersampaikan. Lebih baik mendesain gambar sendiri yang mewakili karakter produk yang ingin ditawarkan, karena inti dari sebuah landing page adalah mengubah pengunjung menjadi pembeli atau pelanggan yang berefek ke meningkatnya penjualan.

Penggunaan dari gambar yang berhasil akan bergantung dari efektivitas pesan yang disampaikan lewat kombinasi copywriting dan gambar. Gunakan copywriting yang simple dan bisa dibaca dengan jelas meskipun hanya sekilas. Oleh karena itu, ada beberapa prinsip yang harus diterapkan yaitu kontras, keterbacaan, dan bentuk fontnya. Gunakan semua prinsip tersebut sesuai dengan target pengunjung yang ingin kamu jangkau. 

3. Tawarkan manfaat

Copywriting yang baik tentu belum cukup tanpa adanya tawaran manfaat yang akan didapatkan oleh pengguna. Manfaat apa yang akan didapatkan jika menggunakan produk yang ditawarkan, dan apa bedanya dengan manfaat dari produk lainnya?

Berbeda dengan fitur, benefits merupakan apa yang akan langsung dirasakan oleh pengguna website secara langsung. Oleh karena itu, fitur dan juga benefits bisa disandingkan bersamaan dalam copywriting untuk mendatangkan lebih banyak pelanggan. 

Untuk membersihkan kamu contoh yang real, misalnya kamu akan menjual sebuah perumahan baru dengan aksesibilitas yang tinggi, kamu bisa membuta copywritingnya seperti dibawah ini:

Features : Rumah di lokasi dekat dengan stasiun kereta api.

Benefits : Dengan lokasi strategis dekat stasiun kereta, maka berangkat kerja menjadi lebih mudah dan cepat tanpa perlu terjebak macet lagi.

4. Tempatkan hanya satu menu yaitu CTA (Call To Action)

Call to action adalah hal yang sangat penting untuk ada dalam sebuah landing page. Semua yang disematkan di dalam landing page harus terfokuskan pada conversation goal saja. Hal ini bisa berbentuk sebuah tombol dengan satu fungsi, konversi.

Namun, dalam membuat tombol CTA ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu hindari kata-kata sederhana seperti “beli” atau  “download”. Sebaiknya menggunakan frase-frase conversation seperti “pesan dan dapatkan diskon” atau “pesan sekarang”. 

5. Tentukan font style untuk heading dan juga paragraf

Jangan menggunakan berbagai macam jenis font, karena hal ini akan mempengaruhi kenyamanan calon pelanggan saat melihat atau membaca informasi di dalam landing page. Tentukan satu jenis fonts style untuk heading, dan tentukan juga satu font style untuk setiap paragraf, caption, dan deskripsi.

 

Demikian pembahasan mengenai tips membuat landing page untuk bisnis properti. Jika kamu adalah pemilik bisnis properti namun belum memahami bagaimana cara membuat landing page yang tepat. Kamu bisa menggunakan jasa landing page. Layanan tersebut akan membantu kamu dalam membuat landing page dengan tampilan yang menarik dan konten promo yang unik.