Memahami Lebih Baik Tentang Vaksin Kanker Serviks

Vaksin kanker serviks belakangan ini mulai masuk ke kategori vaksin wajib untuk anak perempuan. Bahkan kini dilaksanakan secara rutin dan percuma di sekolah-sekolah. Bagaimana sebenarnya vaksin kanker serviks ini bekerja dan sejauh mana efektivitasnya? Mari kita ulas lebih dalam mengenai vaksin ini mengutip dari bahasan pada laman deherba.com

Apa Sebenarnya Vaksin Kanker Serviks?

Vaksin Kanker Serviks sebenarnya adalah vaksin HPV. Yakni vaksin yang bekerja mencegah infeksi akibat Human Papilloma Virus. Virus ini dapat menyerang semua orang terutama di usia produktif dan sedang pada masa seksual aktif.

Biasanya menyerang organ seksual seperti area vagina, penis, labium hingga area serviks yakni pintu yang menyambungkan area vagina dan area rahim. Proses penularannya berkaitan dengan aktivitas seksual. Namun virus ini juga dapat menular ke area anus hingga area mulut dan tenggorokan melalui perantara aktivitas seksual anal dan oral.

Penularan virus ini pada umumnya tidak serius dan tidak disadari oleh pengidapnya. Dengan bantuan sistem imun, infeksi akan terkendali dan hilang dengan sendirinya. Biasanya infeksi berbentuk seperti benjolan kecil, kadang tunggal kadang bertumpuk yang ketika diraba terasa kasar. Pada umumnya tidak menimbulkan rasa yang terlalu mengganggu.

BACA JUGA  Berbagai Pencegahan Penyakit Gagal Ginjal Sesuai Anjuran Kesehatan

Kadang infeksi dapat memburuk akibat sistem imun tubuh yang tidak prima. Ini dapat menimbulkan peradangan di area infeksi dengan tumpukan kutil atau kista yang semakin tebal. Biasanya pada fase ini penderita akan merasakan nyeri yang lebih kuat.

Fase peradangan ini yang perlu diwaspadai. Bila infeksi disebabkan oleh setidaknya 13 jenis virus HPV yang beresiko, maka peradangan ini juga dapat berpotensi berkembang menjadi kanker. Untuk dipahami ada puluhan jenis HPV dan hanya 13 sebenarnya yang beresiko menyebabkan kanker.

vaksin kanker serviks

Bagaimana Vaksin Kanker Serviks Bekerja?

Di sinilah peran dari vaksin HPV bekerja. Vaksin ini mendorong sistem imun membentuk sistem pertahanan khusus untuk HPV. Hingga mencegah HPV membentuk infeksi terjadi. Membentuk sistem kekebalan terhadap serangan HPV.

Vaksin mengandung unsur protein dan partikel kimia yang menjadi khas dari virus HPV. Hingga ketika tubuh mendapatkan vaksin kanker serviks ini, maka tubuh secara alami akan membentuk sistem respon terhadap protein dan partikel kimia tersebut.

Dan ketika di masa depan virus ini menyerang, sistem respon ini akan bekerja melawan virus dengan lebih maksimal. Itu sebabnya pada beberapa orang, mereka akan mengalami demam pasca vaksin sebagai proses pembentukan sistem imun yang diharapkan.

BACA JUGA  Gangguan Kesehatan Akibat Plak yang Timbul pada Gigi

Dengan mencegah infeksi HPV maka otomatis juga akan membantu mencegah terjadinya kanker serviks. Karena lebih dari 80% kejadian kanker serviks dapat dikaitkan dengan masalah infeksi HPV. Bahkan sebenarnya tidak hanya kanker serviks, karena HPV juga dapat menyebabkan kanker vagina, kanker penis, kanker anus hingga kanker mulut dan tenggorokan.

Hanya saja, demi mendapatkan manfaat optimal dari vaksin kanker serviks ini, vaksin sebaiknya diberikan pada usia pra produktif seksual. Yakni menjelang wanita mengalami haid. Tepatnya dikisaran usia 9 – 12 tahun dengan jumlah vaksin 2 kali berinterval 3-6 bulan. Pada usia ini efektivitas vaksin kanker serviks bisa menjadi 90%.

Vaksin masih bisa diberikan pada rentang usia 15 – 26 tahun. Tepat sebelum wanita memulai aktivitas seksual pertama mereka. Pada fase ini vaksin diberikan sebanyak 3 kali dengan interval 3 – 6 bulan. Namun dengan efektivitas hanya sekitar 70% saja.

Berdasar riset klinis yang diadakan jangka panjang di sejumlah besar negara penyelenggara vaksin kanker serviks, penurunan kasus kanker serviks mengalami penurunan drastis. Penurunan mencapai kisaran 60% dari beberapa tahun sebelumnya.