Sevilla vs Leicester City, Laga Penuh Kejutan

Salah satu laga yang akan tersaji di dalam babak 16 besar Liga Champions mendatang adalah antara Sevilla melawan Leicester City. Pertandingan tersebut merupakan laga pertama yang mempertemukan kedua klub di kancah kejuaraan antarklub di Eropa. Laga tersebut pun diprediksi akan menghadirkan kejutan yang tak terduga.

Sevilla vs Leicester City
Sevilla akan menghadapi Leicester City di fase 16 besar Liga Champions

Sevilla yang merupakan juara Liga Europa secara tiga kali beruntun pada musim terakhir akan melawan Leicester City yang baru pertama kalinya berpartisipasi di kancah Liga Champions.

Leg pertama, Sevillistas akan terlebih dahulu menjadi tuan rumah pada tanggal 23 Pebruari 2017. Lantaran pasukan Jorge Sampaoli hanya mampu keluar sebagai runner up grup H.

Sementara di leg kedua akan dihelat di King Power Stadium pada tanggal 15 Maret 2017. Leicester City sukses keluar sebagai juara grup G.

Perjalanan Leicester City

Leicester City yang secara mengejutkan mampu keluar sebagai juara Liga Primer Inggris musim 2015/2016, secara otomatis berhak untuk bermain di Liga Champions. Itu merupakan catatan sejarah bagi pihak klub, dimana untuk pertama kalinya sukses menembus kejuaraan antarklub paling bergengsi di daratan Eropa.

Leicester City
Leicester City sukses keluar sebagai juara grup G Liga Champions

Klub yang dilatih oleh Claudio Ranieri tergabung di Grup G bersama Club Brugge, Porto dan Copenhague. Pada laga pembuka, The Foxes mampu menaklukkan Club Brugge dengan skor yang sangat meyakinkan, 0-3.

Di laga kedua, Riyad Mahrez CS menghadapi ujian berat, lantaran harus menghadapi raksasa Portugal, FC Porto. Namun, berkat dukungan para supporter yang datang memenuhi King Power Stadium, tuan rumah mampu keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0. Satu-satunya gol diciptakan oleh pemain baru mereka, yakni Slimani.

Kemenangan ketiga pun diraih oleh pasukan The Foxes setelah tampil gemilang melawan Copenhagen. Gol tunggal Mahrez sudah cukup memperkokoh posisi di puncak klasemen. Kemenangan tersebut juga tak terlepas dari aksi Schmeichel yang sangat memukau.

Pertandingan keempat, giliran Leicester City yang bertandang ke Telia Parken, markas klub Copenhagen. Namun, laga tersebut tak satu gol pun mampu tercipta. Hingga pertandingan usai, skor 0-0 untuk kedua tim.

Akhirnya, pada pekan kelima, langkah punggawa The Filberts dipastikan telah lolos ke fase 16 besar. Kepastian tersebut diraih usai mampu mengalahkan Club Brugge dengan skor tipis, 2-1. Gol Mahrez dan Okazaki hanya mampu dibalas oleh Jose Izquierdo.

Nahas, pada pertandingan pamungkas, catatan tak terkalahkan di fase grup akhirnya berhenti. Porto secara perkasa mempermalukan sang lawan dengan skor yang sangat telak, 5-0. Namun, laga tersebut tak mempengaruhi posisi Vardy CS di puncak klasemen.

Hingga akhirnya, Leicester City mampu keluar sebagai juara grup G dengan raihan 13 poin. Diikuti oleh Porto di posisi kedua dengan selisih dua poin. Copenhagen di urutan ketiga dan Club Brugges menjadi juru kunci.

Perjalanan Sevilla

Sevilla yang pada tiga tahun terakhir tak mampu keluar dari fase grup Liga Champions. Namun sukses menjuarai Liga Europa selama masa tersebut. Kini pada musim 2016/2017, berhasil lolos ke babak kualifikasi 16 besar.

Sevilla
Sevilla hanya mampu keluar sebagai runner up grup H Liga Champions

Sevilla tergabung bersama Juventus, Olympique Lyonnais dan Dinamo Zagreb di grup H. Sevillistas mengawali laga pembuka melawan raksasa Italia, Juventus. Laga tersebut berakhir dengan kedudukan 0-0.

Pada laga selanjutnya, mampu keluar sebagai pemenang dengan mengandaskan perlawanan Lyon dengan skor 1-0. Begitu pula kala bersua Dinamo Zagreb, sukses meraih poin sempurna.

Laga keempat, pasukan Jorge Sampaoli berhasil mempermalukan wakil Kroasia dengan skor 4-0. Tetapi, kekalahan baru dirasakan oleh Sevilla kala melawan Juventus. Pertandingan terakhir, ditutup dengan hasil imbang melawan wakil Perancis.

Sevilla mampu keluar dari fase grup H sebagai runner up dengan hanya memperoleh 11 poin saja. Berjarak 3 poin dari si Nyonya Tua di puncak klasemen. Sementara itu, urutan ketiga ditempati oleh Lyon dan Zagreb harus puas menjadi juru kunci dengan tidak satu poin pun berhasil diraih.