Partizan Belgrade Terkena Hukuman UEFA

UEFA selaku federasi tertinggi Eropa secara resmi memberikan hukuman kepada salah satu klub asal Serbia, Partizan Belgrade. Hukumannya yakni dilarang untuk tampil di semua ajang Eropa, seperti Liga Champions maupun Liga Europa dalam jangka waktu satu musim. Adapun alasannya dikarenakan permasalahan krisis keuangan.

Partizan Belgrade
Partizan Belgrade menerima hukuman dari EUFA terkait pihak klub masih memiliki tunggangan

Klub raksasa Serbia itu dapat dipastikan tidak akan bermain di kancah Eropa, sekalipun mereka nantinya akan mendapatkan jatah untuk lolos ke salah satu kompetisi Eropa dalam tiga tahun mendatang.

Saksi diberikan kepada Partizan Belgrade menyusul pernyataan dari CFCB (Badan Pengendalian Keuangan Klub) yang menyatakan bahwa klub tersebut masih memiliki utang yang belum diselesaikan.

Hukuman yang diterima oleh Partizan itu bukanlah yang pertama kalinya. Melainkan sudah tiga kali dari lima musim terakhir. Klub Serbia itu dinyatakan melanggar salah satu peraturan EUFA yakni mengenai aturan Club Licensing dan Financial Fair Play.

UEFA menyebutkan bahwa jumlah tunggakan Partizan hingga bulan September 2016 lalu berada di bawah €2.5 juta, dengan utang ke pihak otoritas pajak yang paling dominan.

Sebelumnya, di musim ini Partizan bermain di ajang Liga Europa. Namun, mereka tak mampu melaju ke babak grup dan harus takluk ditangan klub perwakilan Polandia, Zaglebie Lubin pada fase kualifikasi.

Supporter Partizan Rasis Saat Laga Melawan Tottenham Hotspur

Partizan Belgrade tak hanya mendapatkan hukuman dilarang tampil di semua kompetisi Eropa, melainkan juga harus membayar denda sebesar €38 ribu.

Partizan Belgrade
Para pendukung Partizan dinilai melanggar peraturan

Denda tersebut diberikan lantaran para pendukung klub asal Serbia tersebut kedapatan melakukan rasis ketika laga melawan Tottenham Hostpur pada tanggal 18 September 2016 lalu dalam laga pertama Gurp C Liga Europa yang berakhir dengan hasil imbang 0-0.

Federasi tertinggi sepakbola benua biru itu juga menjatuhkan hukuman kepada pihak Partizan untuk menutup sebagian tribun stadion mereka di pertandingan selanjutnya kala menghadapi Besiktas dalam lanjutan fase grup liga kasta kedua Eropa tersebut.

Para pendukung Parni valjak tersebut dinilai bersalah, menyusul spanduk anti-Semit terbentang dalam laga melawan The Lilywhites pada Jumat dinihari lalu.

Tak cukup disitu saja, para pendukung tuan rumah juga menyalakan kembang api yang secara tegas tidak diperbolehkan dan menggunakan pointer laser yang diarahkan ke beberapa pemain lawan di atas lapangan serta sebagian supporter kedapatan menginvasi lapangan.

UEFA Memberikan Hukuman Kepada CSKA Moskwa

Tidak hanya menjatuhkan sanksi kepada Partizan Belgrade saja yang dinilai bersalah dan melanggar sejumlah aturan, tetapi UEFA juga memberikan hukuman kepada CSKA Moskwa.

CSKA Moskwa
UEFA jatuhkan sanski kepada CSKA Moskwa

Klub raksasa asal Russia tersebut terpaksa menjalani tiga laga kandang sekaligus tanpa ada penonton di ajang Eropa, menyusul sikap tidak terpuji dari para supporter ketika melawan AS Roma dalam ajang Europa.

Dalam laga yang berakhir dengan skor 1-5 untuk keunggulan Serigala Ibukota, para supporter tuan rumah memancing keributan dengan melemparkan kembang api ke arah fans tamu dan juga ke atas lapangan.

UEFA juga memberikan sanksi berupa denda sebesar 200,000 euro dan CSKA dilarang untuk menjual tiket away ketika mereka bertandang ke Etihad Stadium melawan Manchester City.

Sebelumnya, klub Russia tersebut sudah mendapatkan dua kali hukuman dari federasi tertinggi sepakbola Eropa terkait aksi rasisme yang terjadi pada beberapa waktu silam.

Para petinggi klub menyatakan menyesal akan tingkah laku para pendukung yang melakukan berbagai kesalahan dan berjanji hal tersebut tidak akan terjadi lagi serta berusaha untuk mengatur mereka dengan baik.