Arsenal Juara Grup A Liga Champions

Arsenal

Arsenal sukses membawa pulang poin penuh kala bertandang ke St. Jakob-Park markas Basel dalam laga pamungkas grup A Liga Champions. Tak tanggung-tanggung, Meriam London berhasil mempermalukan tim tuan rumah di depan para pendukungnya sendiri dengan skor 1-4.

Arsenal
Arsenal sukses menjadi juara grup A Liga Champions

Lucas Perez yang baru menjadi bagian dalam skuat tim asuhan Arsene Wenger pada musim panas lalu, sukses mencetak hattrick sekaligus menjadikannya sebagai pesepakbola asal Spanyol pertama yang mencetak tiga gol pada laga pertamanya di UCL.

Satu gol tambahan dilesakkan oleh pemain muda Alex Iwobi. Sementara gol balasan dari tim tuan rumah diciptakan oleh Seydou Doumbia.

Dengan berhasil meraih kemenangan di laga terakhir penyisihan grup tersebut, Arsenal berhak keluar dengan menyandang predikat sebagai juara grup A.

Tentu hal tersebut akan menguntungkan bagi mereka. Lantaran, dapat dipastikan akan bertemu dengan salah satu runner up grup dan pada laga leg kedua dimainkan di kandang mereka.

Kesuksesan The Gunners menjadi jawara grup tak terlepas dari laga antara Paris Saint-Germain melawan Ludogorets. Secara mengejutkan, PSG hampir saja menelan kekalahan di depan para fansnya sendiri.

Pasalnya, Les Parisiens masih tertinggal 1-2 hingga laga memasuki waktu 90 menit. Beruntung, di menit-menit tambahan waktu, Angel di Maria mampu menyamakan kedudukan, sekaligus menghindarkan timnya dari kekalahan.

Sehingga dengan hasil imbang tersebut, Edison Cavani CS harus puas keluar sebagai runner up. Tentu, hal itu akan menjadi momok sendiri, karena mereka akan berjumpa dengan salah satu juara grup dan pada leg pertama harus terlebih dahulu bermain sebagai tuan rumah.

Hasil imbang bagi Ludogorets membuat mereka berhak tampil di kancah kejuaraan Liga Europa dan menunggu lawan di laga 32 besar. Sementara kekalahan Basel ditangan Arsenal, menjadikan Bebbi tak bermain di kejuaraan Eropa.

Arsene Wenger Senang Timnya Mampu Menjadi Juara Grup

Pelatih Arsenal Arsene Wenger mengungkapkan rasa senangnya setelah memastikan timnya lolos ke babak 16 besar dengan memegang predikat sebagai jawara grup. Lantaran meraih kemenangan kala melawan Basel dan berkat Ludogorets mampu menahan imbang PSG.

Arsene Wenger
Arsene Wenger senang Arsenal keluar sebagai juara grup

“Tentu dengan hasil ini (menjadi juara grup), kami memiliki asa yang lebih besar untuk melangkah ke babak selanjutnya. Kami ingin mengakhiri tren buruk kami di Liga Champions pada beberapa tahun sebelumnya,”

“Di tahun-tahun sebelumnya, kami hanya finis sebagai runner up dan menanggung risiko bermain di kandang lawan pada leg kedua. Namun saat ini, kami memiliki modal yang sangat berarti, lantaran pada leg kedua bermain di depan pendukung,”

“Dengan demikian, kami bertekad untuk mampu kembali melangkah jauh hingga partai final seperti yang pernah kita lakukan di tahun 2006 lalu, meski harus kalah. Dan tentu saja dapat mengangkat trofi pada akhirnya,” ungkap manajer berkebangsaan Prancis.

Lucas Perez: Bahagia Mampu Membantu Tim Meraih Poin Maksimal

Pemain baru The Gunners, Lucas Perez mengungkapkan rasa bahagianya setelah mampu membawa timnya meraih kemenangan dan membantu untuk keluar sebagai juara.

Lucas Perez
Lucas Perez sukses mencetak hattrick dalam laga pamungkas fase grup Liga Champions kala bertandang ke markas Basel

“Bahagia tentu saya rasakan karena mampu membantu tim meraih poin penuh dan pada akhirnya dapat menjadi juara grup,”

Dalam laga tersebut, mantan punggawa Deportivo La Coruna tersebut sukses mencatatkan namanya di papan skor sebanyak tiga kali. Catatan itu terasa istimewa bagi sang pemain, lantaran baru pertama kalinya Perez bermain di kancah Liga Champions dan mencetak hattrick di kejuaraan Eropa.

“Hattrick ini menjadi rekor tersendiri bagi saya. Pasalnya, pada laga pertama saya di UCL, saya sudah mampu mencetak tiga gol. Tentu, pencapaian tersebut sangatlah istimewa. Saya akan berusaha keras untuk mempertahankan performa apik saya setiap pertandingan kedepan,” ungkap pemain berkebangsaan Spanyol.

Sevilla vs Leicester City, Laga Penuh Kejutan

Sevilla vs Leicester City

Salah satu laga yang akan tersaji di dalam babak 16 besar Liga Champions mendatang adalah antara Sevilla melawan Leicester City. Pertandingan tersebut merupakan laga pertama yang mempertemukan kedua klub di kancah kejuaraan antarklub di Eropa. Laga tersebut pun diprediksi akan menghadirkan kejutan yang tak terduga.

Sevilla vs Leicester City
Sevilla akan menghadapi Leicester City di fase 16 besar Liga Champions

Sevilla yang merupakan juara Liga Europa secara tiga kali beruntun pada musim terakhir akan melawan Leicester City yang baru pertama kalinya berpartisipasi di kancah Liga Champions.

Leg pertama, Sevillistas akan terlebih dahulu menjadi tuan rumah pada tanggal 23 Pebruari 2017. Lantaran pasukan Jorge Sampaoli hanya mampu keluar sebagai runner up grup H.

Sementara di leg kedua akan dihelat di King Power Stadium pada tanggal 15 Maret 2017. Leicester City sukses keluar sebagai juara grup G.

Perjalanan Leicester City

Leicester City yang secara mengejutkan mampu keluar sebagai juara Liga Primer Inggris musim 2015/2016, secara otomatis berhak untuk bermain di Liga Champions. Itu merupakan catatan sejarah bagi pihak klub, dimana untuk pertama kalinya sukses menembus kejuaraan antarklub paling bergengsi di daratan Eropa.

Leicester City
Leicester City sukses keluar sebagai juara grup G Liga Champions

Klub yang dilatih oleh Claudio Ranieri tergabung di Grup G bersama Club Brugge, Porto dan Copenhague. Pada laga pembuka, The Foxes mampu menaklukkan Club Brugge dengan skor yang sangat meyakinkan, 0-3.

Di laga kedua, Riyad Mahrez CS menghadapi ujian berat, lantaran harus menghadapi raksasa Portugal, FC Porto. Namun, berkat dukungan para supporter yang datang memenuhi King Power Stadium, tuan rumah mampu keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0. Satu-satunya gol diciptakan oleh pemain baru mereka, yakni Slimani.

Kemenangan ketiga pun diraih oleh pasukan The Foxes setelah tampil gemilang melawan Copenhagen. Gol tunggal Mahrez sudah cukup memperkokoh posisi di puncak klasemen. Kemenangan tersebut juga tak terlepas dari aksi Schmeichel yang sangat memukau.

Pertandingan keempat, giliran Leicester City yang bertandang ke Telia Parken, markas klub Copenhagen. Namun, laga tersebut tak satu gol pun mampu tercipta. Hingga pertandingan usai, skor 0-0 untuk kedua tim.

Akhirnya, pada pekan kelima, langkah punggawa The Filberts dipastikan telah lolos ke fase 16 besar. Kepastian tersebut diraih usai mampu mengalahkan Club Brugge dengan skor tipis, 2-1. Gol Mahrez dan Okazaki hanya mampu dibalas oleh Jose Izquierdo.

Nahas, pada pertandingan pamungkas, catatan tak terkalahkan di fase grup akhirnya berhenti. Porto secara perkasa mempermalukan sang lawan dengan skor yang sangat telak, 5-0. Namun, laga tersebut tak mempengaruhi posisi Vardy CS di puncak klasemen.

Hingga akhirnya, Leicester City mampu keluar sebagai juara grup G dengan raihan 13 poin. Diikuti oleh Porto di posisi kedua dengan selisih dua poin. Copenhagen di urutan ketiga dan Club Brugges menjadi juru kunci.

Perjalanan Sevilla

Sevilla yang pada tiga tahun terakhir tak mampu keluar dari fase grup Liga Champions. Namun sukses menjuarai Liga Europa selama masa tersebut. Kini pada musim 2016/2017, berhasil lolos ke babak kualifikasi 16 besar.

Sevilla
Sevilla hanya mampu keluar sebagai runner up grup H Liga Champions

Sevilla tergabung bersama Juventus, Olympique Lyonnais dan Dinamo Zagreb di grup H. Sevillistas mengawali laga pembuka melawan raksasa Italia, Juventus. Laga tersebut berakhir dengan kedudukan 0-0.

Pada laga selanjutnya, mampu keluar sebagai pemenang dengan mengandaskan perlawanan Lyon dengan skor 1-0. Begitu pula kala bersua Dinamo Zagreb, sukses meraih poin sempurna.

Laga keempat, pasukan Jorge Sampaoli berhasil mempermalukan wakil Kroasia dengan skor 4-0. Tetapi, kekalahan baru dirasakan oleh Sevilla kala melawan Juventus. Pertandingan terakhir, ditutup dengan hasil imbang melawan wakil Perancis.

Sevilla mampu keluar dari fase grup H sebagai runner up dengan hanya memperoleh 11 poin saja. Berjarak 3 poin dari si Nyonya Tua di puncak klasemen. Sementara itu, urutan ketiga ditempati oleh Lyon dan Zagreb harus puas menjadi juru kunci dengan tidak satu poin pun berhasil diraih.