Philippe Coutinho Resmi Teken Kontrak Baru

Philippe Coutinho

Liverpool secara resmi mengumumkan bahwa salah satu pemainya yakni Philippe Coutinho telah setuju dan menandatangani kontrak baru yang ditawarkan oleh pihak klub di Melwood.

Philippe Coutinho
Philippe Coutinho resmi perpanjang kontrak di Liverpool

Pihak The Reds tidak memberitahukan detail kontrak gelandang asal Brasil tersebut. Namun yang diketahui bahwa Coutinho akan berseragam Liverpool setidaknya selama lima tahun kedepan.

Dikabarkan pula bahwa Ia kini menjadi pemain dengan gaji paling tinggi dalam skuat arahan Jurgen Klopp yang mencapai angka sekitar £150 ribu setiap minggunya.

Penandatanganan kontrak baru oleh sang pemain tersebut menjadi kabar yang baik bagi klub maupun para fans setia.

Pasalnya, di bursa transfer musim dingin ini, Coutinho sempat dilaporkan akan hengkang dari Anfield Stadium dan dua klub raksasa, Paris Saint-German dan Barcelona tertarik untuk mendatangkan sang pemain ke klubnya masing-masing.

Coutinho mengungkapkan rasa senangnya dengan kontrak baru ini dan merasa bahagia serta berterima kasih kepada semuanya.

“Saya merasa bahagia dengan kontrak baru ini untuk klub sebesar Liverpool. Saya amat berterima kasih kepada pihak klub dan tentu saya akan berusaha untuk menunjukkan rasa bahagia saya tinggal disini,”

“Saya akan berusaha keras untuk membayar semua kepercayaan yang ditunjukkan kepada saya,” ungkap Coutinho.

Mantan punggawa Inter Milan itu menambahkan bahwa Liverpool adalah tim hebat dan merupakan salah satu yang terbaik di dunia.

“Liverpool adalah tim yang sangat fantastis dan juga merupakan satu dari sekian klub terbaik yang ada di dunia serta terbesar. Sehingga sudah selayaknya kami semua ada disini,”

“Klub ini memiliki segalanya, mulai dari para pemain hebat, begitu pula dengan staff dan pelatih. Sehingga, akan banyak pencapaian hebat didepan sana,”

“Saya bahagia tinggal di kota ini. Hal ini menjadi amat penting bagi saya bersama keluarga kecil saya. Semua orang yang tinggal di rumah merasa bahagia. Semua orang di Liverpool sejak awal memang sudah menyambut dengan fantastis,” tutup Coutinho.

Markovic Merapat Ke Hull City

Sementara Coutinho baru saja menyelesaikan kontrak baru, Lazar Markovic harus kembali dipinjamkan. Dikabarkan bahwa Hull City akan mengamankan jasa pemain asal Serbia tersebut.

Lazar Markovic
Lazar Markovic kembali dipinjamkan ke Hull City

Markovic sejatinya tengah menjalani masa peminjaman di Sporting CP. Namun sejauh ini, Ia hanya bermain sebanyak lima laga di semua kompetisi. Bahkan, hanya dua kali dipasang sebagai starting eleven.

Dengan alasan tersebut, Liverpool memanggil kembali sang pemain. Tetapi tidak untuk bergabung ke dalam skuat inti asuhan Klopp, melainkan kembali dipinjamkan ke The Tigers.

Manajer Hull City dikabarkan tertarik untuk menggunakan jasa Markovic dalam skuat timnya. Namun hingga kini, kedua tim masih dalam tahap negoisasi.

Markovic berlabuh ke Anfiled Stadium pada bursa musim panas 2014 lalu dari Benfica dengan mahar sebesar £20. Karirnya di Liverpool tak terlalu bagus, sehingga Ia hanya bermain sebanyak 34 laga.

Klopp: Bursa Musim Dingin Sulit Untuk Datangkan Pemain

Sang manajer Liverpool Jurgen Klopp mengungkapkan bahwa sulit untuk mendatangkan pemain dari klub lain di bursa musim dingin. Padahal, Ia memiliki niat untuk menambah amunisi skuatnya.

Jurgen Klopp
Jurgen Klopp ungkap bahwa sulit untuk mendatangkan pemain di bursa transfer musim dingin

Performa Liverpool akhir-akhir ini menurun. Terbukti kini posisinya di tangga klasemen menempati urutan keempat dari sebelumnya menempel ketat sang pemuncak klasemen Chelsea.

Sehingga manajer asal Jerman tersebut berpikiran bahwa dengan mendatangkan pemain baru akan mampu memperbaiki kembali penampilan tim.

“Saya menyadari dan terlihat normal memang ketika bursa transfer resmi dibuka. Namun, situasi cukup sulit untuk mendatangkan pemain yang kita inginkan saat ini. Jadi bukannya kami tak ingin merekrut pemain, kami sangat menginginkannya,” ujar mantan pelatih Borussia Dortmund.

Partizan Belgrade Terkena Hukuman UEFA

Partizan Belgrade

UEFA selaku federasi tertinggi Eropa secara resmi memberikan hukuman kepada salah satu klub asal Serbia, Partizan Belgrade. Hukumannya yakni dilarang untuk tampil di semua ajang Eropa, seperti Liga Champions maupun Liga Europa dalam jangka waktu satu musim. Adapun alasannya dikarenakan permasalahan krisis keuangan.

Partizan Belgrade
Partizan Belgrade menerima hukuman dari EUFA terkait pihak klub masih memiliki tunggangan

Klub raksasa Serbia itu dapat dipastikan tidak akan bermain di kancah Eropa, sekalipun mereka nantinya akan mendapatkan jatah untuk lolos ke salah satu kompetisi Eropa dalam tiga tahun mendatang.

Saksi diberikan kepada Partizan Belgrade menyusul pernyataan dari CFCB (Badan Pengendalian Keuangan Klub) yang menyatakan bahwa klub tersebut masih memiliki utang yang belum diselesaikan.

Hukuman yang diterima oleh Partizan itu bukanlah yang pertama kalinya. Melainkan sudah tiga kali dari lima musim terakhir. Klub Serbia itu dinyatakan melanggar salah satu peraturan EUFA yakni mengenai aturan Club Licensing dan Financial Fair Play.

UEFA menyebutkan bahwa jumlah tunggakan Partizan hingga bulan September 2016 lalu berada di bawah €2.5 juta, dengan utang ke pihak otoritas pajak yang paling dominan.

Sebelumnya, di musim ini Partizan bermain di ajang Liga Europa. Namun, mereka tak mampu melaju ke babak grup dan harus takluk ditangan klub perwakilan Polandia, Zaglebie Lubin pada fase kualifikasi.

Supporter Partizan Rasis Saat Laga Melawan Tottenham Hotspur

Partizan Belgrade tak hanya mendapatkan hukuman dilarang tampil di semua kompetisi Eropa, melainkan juga harus membayar denda sebesar €38 ribu.

Partizan Belgrade
Para pendukung Partizan dinilai melanggar peraturan

Denda tersebut diberikan lantaran para pendukung klub asal Serbia tersebut kedapatan melakukan rasis ketika laga melawan Tottenham Hostpur pada tanggal 18 September 2016 lalu dalam laga pertama Gurp C Liga Europa yang berakhir dengan hasil imbang 0-0.

Federasi tertinggi sepakbola benua biru itu juga menjatuhkan hukuman kepada pihak Partizan untuk menutup sebagian tribun stadion mereka di pertandingan selanjutnya kala menghadapi Besiktas dalam lanjutan fase grup liga kasta kedua Eropa tersebut.

Para pendukung Parni valjak tersebut dinilai bersalah, menyusul spanduk anti-Semit terbentang dalam laga melawan The Lilywhites pada Jumat dinihari lalu.

Tak cukup disitu saja, para pendukung tuan rumah juga menyalakan kembang api yang secara tegas tidak diperbolehkan dan menggunakan pointer laser yang diarahkan ke beberapa pemain lawan di atas lapangan serta sebagian supporter kedapatan menginvasi lapangan.

UEFA Memberikan Hukuman Kepada CSKA Moskwa

Tidak hanya menjatuhkan sanksi kepada Partizan Belgrade saja yang dinilai bersalah dan melanggar sejumlah aturan, tetapi UEFA juga memberikan hukuman kepada CSKA Moskwa.

CSKA Moskwa
UEFA jatuhkan sanski kepada CSKA Moskwa

Klub raksasa asal Russia tersebut terpaksa menjalani tiga laga kandang sekaligus tanpa ada penonton di ajang Eropa, menyusul sikap tidak terpuji dari para supporter ketika melawan AS Roma dalam ajang Europa.

Dalam laga yang berakhir dengan skor 1-5 untuk keunggulan Serigala Ibukota, para supporter tuan rumah memancing keributan dengan melemparkan kembang api ke arah fans tamu dan juga ke atas lapangan.

UEFA juga memberikan sanksi berupa denda sebesar 200,000 euro dan CSKA dilarang untuk menjual tiket away ketika mereka bertandang ke Etihad Stadium melawan Manchester City.

Sebelumnya, klub Russia tersebut sudah mendapatkan dua kali hukuman dari federasi tertinggi sepakbola Eropa terkait aksi rasisme yang terjadi pada beberapa waktu silam.

Para petinggi klub menyatakan menyesal akan tingkah laku para pendukung yang melakukan berbagai kesalahan dan berjanji hal tersebut tidak akan terjadi lagi serta berusaha untuk mengatur mereka dengan baik.